Just a Little Word ‘Bout Smasa

Smasa Banjarmasin
Di kota Banjarmasin yang katanya seribu sungai, bila disebut nama itu pasti yang terbayang adalah sebuah sekolah favorit dan bergengsi yang memiliki segudang prestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Yang konon katanya Mbah Marijan telah mencetak lulusan-lulusan tingkat SMU terbaik di kota Banjarmasin pada khususnya dan Kalimantan Selatan pada umumnya. Entahlah apakah semua itu memang begitu, ataukah nama besar Smasa hanyalah sekadar nama besar belaka. Apakah hanya orang-orang tertentu sajalah yang menjadi wajah Smasa di mata masyarakat dan yang lainnya NOL besar? Tentu itu tak sepenuhnya benar namun juga tak dapat kita pungkiri kenyataannya. Karena mereka semua tentu sudah SMA, bukan anak TK ‘nol besar’ lagi.:P

Gw pertama mengenal Smasa sebenarnya udah lama, karena kedua kakak saya yang sekarang sudah pada kerja memang alumni Smasa (Smasa yang saya maksud dalam tulisan ini adalah Smasa Bjm). Yang kutau Smasa adalah sekolah SMA terbaik di Banjar saat itu. Sehingga dari eSDe aku udah ‘bercita-cita’ melanjutkan sekolah di sana. Hingga akhirnya…

Penerimaan Siswa Baru SMAN 1 Banjarmasin tahun ajaran 2005-2006… Tidak ada rasa terkejut, gembira, maupun perasaan lain saat melihat namaku berada di urutan ke-7 dalam rank nilai penerimaan siswa baru. Perasaanku biasa-biasa saja. Aku cukup percaya diri bisa lolos masuk sekolah ini, bahkan saat mengisi formulir PSB di daftar pilihan sekolah dengan PDnya aku hanya memasukkan satu nama sekolah, ~SMAN 1 Banjarmasin~. Pilihan tunggalku saat itu.

Masa Orientasi Siswa tahun 2005… Tak banyak wajah yang kukenal saat itu… Hanya ada beberapa temanku sejak SMP. Semuanya terasa asing bagiku. Memang aku bersifat tertutup. Aku membutuhkan waktu untuk bersosialisasi dengan orang-orang di sekelilingku. Lumayan gugup juga rasanya waktu MOS tidak mengenakan atribut pakaian yang lengkap karena belum beli. Tapi aku CUEK saja… MOS pun berlalu…

Tahun pertama aku duduk di bangku SMA… sekarang aku bisa melihat bagaimana Smasa dari dalam. Kata orang anak Smasa disiplin dan pintar-pintar. Nggak juga tuh, itulah relativitas. Persepsi orang yang ‘melihat’ dari luar dan yang ‘merasakan’ sendiri bagaimana rasanya sekolah di Smasa adalah berbeda. Ada yang disiplin ada yang tidak, ada yang cantik ada yang pas-pasan, ada yang pintar ada yang hanya sekadar pintar, ada yang kaya ada yang elit (ekonomi sulit). Gak semua yang lo liat bener deh.

Di balik itu, aku melihat keberagaman yang unik di Smasa. Dilihat dari ekskul yang lumayan banyak (walau ada juga yang berstatus ‘antara ada dan tiada’), sifat dan kelakuan siswa yang beragam, juga yang tak kalah pentingnya adalah variatifnya pilihan kantin dan menu di Smasa. Hehe^^. Ada murid yang kutu buku dan gak pernah lepas dari buku yang dibacanya(bukan dimakan loh), ada yang hobinya nyeletuk pas guru menerangkan, ada yang senang bolos ke game center, ada yang gak bosan-bosannya nongkrongin komputer(it’s me :) , ada yang hobi mengkritik dewan guru dan kekuasaanya(mau jadi aktifis nih), ada juga yang narsis amat ke mana-mana gak lepas dari kamera, ada yang ustadz, breaker, preman, politikus, ahli IT, kimiawan, gamer, otaku, olahragawan, self-cameramen, dokter, pokoke kayak gado-gado dah.!

Tahun kedua… Kini aku bisa menyaksikan bahkan ikut menyelenggarakan sendiri Smasa Generation (SG) yang sebelumnya hanya kudengar dari obrolan kakak-kakakku. Acara inilah yang menjadi salah satu ‘wajah’ Smasa di mata masyarakat dan sekolah-sekolah lain pada khususnya. SG merupakan image Smasa. Hancur SG, hancur pula muka Smasa di mata Internasional (lho ?) Sejak di tahun kedua ini kesempatanku untuk mengabadikan momen-momen penting di Smasa semakin besar. Aku sering dimintai mengurus dokumentasi acara-acara yang dilaksanakan OSIS maupun ekskul-ekskulnya. Dan tak kusia-siakan kesempatan ini untuk mengabadikan sebanyak-banyaknya kenangan. Yah, setidaknya untukku sendiri. Tapi kalau bisa untuk orang lain, why not? Itulah salah satu latar belakang proyek yang kujalankan bersama beberapa temanku.

Penjurusan dimulai, solidaritas kelas yang terbentuk sejak tahun pertama sedikit terpecah akibat penjurusan yang mengharuskan siswa memilih antara dua jalan dengan tes dan syarat-syarat yang berlaku. Muncul ‘eksklusifisme’ di antara para siswa. Siswa yang ini lebih senang bergaul dengan teman-temannya yang tertentu saja. Eksklusifisme terlihat sangat menonjol di kelas-kelas khusus semacam axel dan ssi. Entahlah, semacam terisolasi atau mungkin karena mereka lebih senang menghabiskan waktu di dalam kelas. Itu wajar saja bagiku yang pernah merasakan bagaimana rasanya menyelesaikan sekolah lebih cepat satu tahun dibandingkan kebanyakan anak lainnya.

Sekolah rintisan Internasional… terlalu naif bila Smasa disebut sekolah berstandar internasional. Untuk memenuhi standar Nasional saja masih banyak yang harus dibenahi. Terbukti dengan kelas khusus SSI hanya bertahan satu angkatan saja. Entahlah bagaimana pandangan masyarakat tentang kelas internasional ini. Bagi keluarga besar Smasa pati tahu bagaimana kelas yang disebut rintisan Internasional ini masih jauh dari standar nasional. Kelas khusus juga sepertinya telah menjadi sumber penghasilan bagi sekolah, bagaikan (maaf) sapi perah. Huh, dengan SPP yang hampir 1/2jt aku lebih memilih kelas Axel kalau saja hal itu tidak pernah terjadi…

Kelas akselerasi… no comment !!!

Tahun ketiga… Solidaritas kelas mulai terbentuk kembali akibat adanya otonomi. Juga mungkin mengingat kita akan sebentar lagi meninggalkan sekolah tercinta. Keinginanku sejak 3 tahun yang lalu tercapai sudah. Aku menjadi PK dalam kegiatan MOS tahun ini. Aku memandang kegiatan MOS dari perspektif yang berbeda. Tahu bagaimana rasanya direpotkan adek kelas sampai tidak sempat makan hanya untuk mengatur ‘anak buah’ dan bersandiwara+bermuka dua di hadapan para junior. Tahu bagaimana repotnya panitia mengatur acara, bahkan juga merasakan bagaimana rasanya mencari popularitas di antara adik-adik kelas :P Semuanya itu tidak ada yang sia-sia bagiku. Sebisanya aku akan mengukir sebanyak mungkin kenangan sebelum aku meninggalkan sekolah tercinta ini…

7 Tanggapan

  1. Yah… Aku mulai merasa muak pada SMASA… Terutama pada seseorang yang kerjanya nge-net n nge-download bernama Strife (loh??? apa salahnya???)

    Ya, semuanya hanya sampah. SPP mahal, kaus kaki yang rapuh itu harganya 15.000 (di Duta Mall aza bisa beli 2!!!), segala lambang tidak berguna, kesiswaan sok agamis, oknum2 tukang korupsi, kepala sekolah super pelit n sok disiplin, banyak guru yang nyebelin (gak banyak kok, 2 doang…) n adik kelas yg agak sombong…

    Untunglah aksel tu menyenangkan… SPP 300.000 plus 7 juta dapat tv bekas, 2 ac baru, radio siap tempur, scanner yang masih hidup, vcd player yang lumayan berfungsi, 1 komputer lama dan 5 komputer baru. Puasssssssss…. Bisa maen bola di kelas, sampe gantiin kaca di ruang guru… Tanpa aksel, aku akan ENYAH dari Smasa, dan memilih jadi penggangguran… (waduh???)

    Pokoknya… Kayak rujak dijus deh…

  2. Tetap’i jwa 3 IPS 2 peharatnya!!!! Kd percaya????? Baca di blog nda, di situ tertulis dengan jelas bahwa Kelas kami lebih UNGGUL

    serba GRATIS!!!
    pokoknya kami tidak melakukan pembayaran apapun tanpa IZIN RT / RW…..Jadi mun buhan OSIS atau pihak laiinya handak minta sumbangan, Kami minta maaf kd kw melayani…termasuk jumat 1000….key!!!!

  3. He he he
    No Comment deh…

  4. BAGUS…BAGUS….KAMU SUDAH MENCORENG NAMA BAIK SEKOLAH SAYA TERCINTA SMASA…….
    SAYA MERASA ANDA TELAH MENCOTENG TINTA HITAM DI MUKA KAMI, ANAK – ANAK SMASA!!! DENGAN TULISAN CEMEN MU INI……
    ASAL ANDA TAU…..KAMI SUDAH BERJUANG MATI2 AN UNTUK MENGUBAH SEGALA PANDANGAN NEgATIF TENTANG SMASA….TAPI DENGAN ULAH ANDA YANG KURANG AJAR INI….PERJUANGAN KAMI TERSEDAT…..DASAR TAK TAU DIRI…..
    KAMI WARGA SMASA….MENUNTUT ANDA UNTUK MEMINTA MAAF MELALUI SITUS ANDA INI SELAMA SATU TAHUN…..
    BERPIKIRLAH SEBELUM BERTINDAK….KLO MEMANG ANDA SEORANG INTELEKTUAL…!!!!!!!!!!

    HAHAHAHA……

    PUAS…PUUUASSSS!!!!!

  5. walaaaaaa…..
    makin bnyk toh anak idealis d smasa ck3…

    mank si q akui sejak kepsek diganti kemaren,smasa bjm jd carut marut…

    yaaa tp sbgai generasi penerus smasa harusnya jgn gitu donk..

    klian hrusnya lebih giat berjuank bwat kepentingan klian sendiri

    apa gunanya toh ad MPK d smasa? ayo donk, MPK sama OSIS bergerak jgn malah rivalan (pengalaman gw pas ms d smasa parah malah rivalan zz)….

    cayoo de bwt smasa bjm
    Pangeran_IT angkatan 2004 – 2005

    btw tetap az XII IPA 2 2006 – 2007 palink The Best dalam sejarah Smasa

  6. Yee… cape deh…
    Lu kira gw anak mana???

  7. Uyyy
    jangan BeSarIkan..
    kada Baik
    smasa Ya Tetap Smasa..
    AnaK2nya BaIk@, Tp YAng JAHat SI KEPSEK!!!
    KuDETA tu KEpsek

Tinggalkan Balasan