![]()
Noiscience Three? Itulah kelasku yakni “Noisy Science Three”. Predikat ‘Kelas Ribut’ memang sudah melekat terpatri pada kelas yang terletak di pelosok Smasa ini. Wali kelas tersayang saja sampai kewalahan menjadi ‘pawang’ keganasan IPA 3. Sorakan menggelegar membahana di seantero Smasa adalah trademark kami. Menjadi bahan gosip di kalangan guru adalah hal biasa bagi kami. Keluar masuk ruang BP adalah makanan sehari-hari IPA 3. Kalau guru mengeluarkan murid sudah biasa, tapi kalo murid mengeluarkan guru?? Itu sudah terjadi dua kali sampai tulisan ini diturunkan. Meski yang kedua lebih merupakan kesalahpahaman.
Jangan harap bisa keluar dari IPA 3 dengan ’selamat’. Mental taruhannya bro! Jangan harap kamu bisa nyeletuk memecah keheningan saat kau berada di tengah-tengah komunitas IPA 3 dan berharap mereka akan tersenyum mendengar guyonanmu! Jangan harap! Tanya saja ‘RN’ bagaimana rasanya menjadi pusat perhatian di kantin dan pusing tujuh keliling mau ngumpetin muka di mana. Tanya saja anak yang pernah nyelonong masuk IPA 3. Walau tidak bertutur sepatah kata pun, bagaimana reaksi IPA 3? Busyeeet!
![]()
Kelas bernuansa hutan itu kini didiami oleh 37 rakyat. Dengan Preman sebagai kepala sukunya, dan seorang Ustadz sebagai penasihatnya. Plus rentenir yang siap menarik ‘pajak’ bulanan kepada rakyat jelata yang berada dalam kondisi keuangan yang mengenaskan. Tak ketinggalan dua cleaning service yang sedang terlibat cinlok. Juga seorang tukang foto keliling, musikus, komikus, atlit, maniak, klepto, si narsis, tukang bolos, dan lain-lain deh.
Kelas kami memang kelas ‘terbelakang’ di Smasa. Mengingat posisinya yang berada di pelosok dan terhalang pohon beringin memudahkan bagi jiwa-jiwa yang tenang bercengkrama di depan goa IPA 3 ditemani angin sepoi-sepoi dan aroma-terapi dari ‘tempat pembuangan akhir’. Walau terbelakang, jangan salah bro! Kami tetap HiTech punya men! Lihat saja jumlah barang elektronik di IPA 3. Ada beberapa laptop dengan wireless, LCD proyektor, beberapa tumpuk flashdisk, kamera resolusi tinggi, handycam, mp3 player, iPod, kipas angin gede, kipas angin bekas, speaker pengumuman, beberapa tumpuk lagi HP 3G. Kurang apa lagi hah? Kasih tau!
Karena kami menjunjung tinggi asas HiTech, maka sebagian besar rakyat pria berasal dari kalangan gamer. Lihat saja ke mana mereka pergi rame-rame sepulang sekolah. Gak jauh2 dari ‘Pojok’. U-know-where?
Dalam hal akademik mungkin kami masih kalah dari kelas lain, bahkan oleh kelas aksel sekalipun yang notabene ‘adik kelas’ kami. Meski begitu, ada saja orang-orang yang tidak terduga menjadi jawara dalam berbagai bidang perlombaan. Dalam olimpiade sains, kelas IPA 3 mendominasi perwakilan sekolah di tingkat kota hingga propinsi. Bahkan menurut sumber yang agak meyakinkan telah ada 2 ekor anak IPA 3 yang telah menembus level Nasional dalam OSN. Dalam adu otot pun kami tiada tanding tiada banding! Dengan tubuh yang ‘kecil-kecil’ kami membabat habis kelas-kelas lain dalam Tarik Tambang Championship Agustus ‘07.
![]()
Brutalitas adalah jiwa IPA 3. Hal itu dapat dilihat dari kondisi yang memadai untuk melakukan kekerasan bak IPDN. Saling tendang, tindih-menindih, push-up, adu jotos sudah menjadi bagian dari keseharian cowok-cowok IPA 3. Dan mereka melakukannya dengan penuh gelak tawa. Bingung? Sama!
Sekali lagi kuingatkan siapkan mental sebelum berhadapan dengan IPA 3. Diam dan Jaim adalah kuncinya!
– Ntar di update, baca aja kelanjutannya yah
DIarsipkan di bawah: My School | Ditandai: my class, My School, Opinion


Gak ada yg komen neh?